Peningkatan kebutuhan energi nasional mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara yang berpotensi menurunkan kualitas udara di kawasan sekitarnya. Provinsi Banten, khususnya wilayah Cilegon dan Serang, merupakan salah satu pusat aktivitas PLTU dan industri berat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak emisi PLTU terhadap kualitas udara pemukiman sekitar di Provinsi Banten menggunakan pendekatan penginderaan jauh. Data yang digunakan meliputi citra Sentinel-5P TROPOMI untuk parameter CO, NO₂, SO₂, dan O₃ pada tahun 2020 dan 2024, data meteorologi, serta data kasus penyakit pernapasan. Pengolahan data dilakukan menggunakan Google Earth Engine, Hysplit, dan ArcGIS Pro. Berdasarkan hasil buffer jarak dengan rentang 500 meter dari PLTU Suralaya, konsentrasi CO pada tahun 2020 di sekitar 0,0325–0,0328 mol/m² pada jarak 0,5–2 km dan menurun secara bertahap hingga 10 km. Pada tahun 2024, konsentrasi CO meningkat menjadi sekitar 0,0343–0,0358 mol/m² pada jarak yang sama dengan pola penurunan yang serupa. Konsentrasi NO₂ tertinggi berada pada jarak 1 km dengan nilai menurun seiring peningkatan jarak, sedangkan SO₂ juga mengalami penurunan konsentrasi dari jarak dekat ke jauh dari PLTU. Sebaliknya, konsentrasi O₃ troposfer pada tahun 2024 menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 dan meningkat dengan bertambahnya jarak dari PLTU, menandakan pembentukan ozon atmosfer yang lebih besar di periode tersebut.
Copyrights © 2026