Tembakau Temanggung menyumbang sekitar 70% pendapatan petani lokal, dengan produksi mencapai 12.691 ton pada tahun 2021. Namun, pada tahun 2022-2024 terjadi penurunan produktivitas sebesar 10,6, Sehingga diperlukan teknologi pemetaan dan klasifikasi yang lebih akurat. Penginderaan jauh telah banyak digunakan untuk pemetaan lahan pertanian, khususnya citra resolusi menengah. Kajian yang membandingkan kinerja citra Landsat 9 dan Sentinel-2A masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi kedua citra dalam mengidentifikasi lahan tembakau. Metode klasifikasi yang digunakan adalah Maximum Likelihood Classification (MLC), yang diintegrasikan dengan pendekatan spasial ekologis berbasis data bentuk lahan untuk meningkatkan interpretasi sesuai kondisi fisiografi wilayah penelitian yang didominasi perbukitan. Hasil uji akurasi menggunakan metode confusion matrix menunjukkan Sentinel-2A memiliki kinerja lebih baik dengan overall accuracy 94%, dibandingkan Landsat 9 dengan nilai 90%. Meskipun perbedaan akurasinya sangat kecil, Sentinel-2A terbukti lebih efektif dalam mendeteksi penggunaan lahan pada topografi yang heterogen.
Copyrights © 2026