Industri penyulingan sopi merupakan salah satu industri rumah tangga berbasis sumber daya lokal yang berkembang di Desa Tapenpah, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Keberadaan industri ini tidak hanya berperan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat, tetapi juga membentuk organisasi ruang pedesaan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebaran spasial lokasi industri penyulingan sopi, mengidentifikasi faktor-faktor geografis yang memengaruhi keberadaan lokasi industri, serta mengkaji dampaknya terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan visual dan interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta pencatatan koordinat lokasi menggunakan Global Positioning System (GPS), kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 62 lokasi industri penyulingan sopi yang tersebar di tiga dusun. Keberadaan lokasi industri dipengaruhi oleh kedekatan dengan pohon lontar sebagai sumber bahan baku, ketersediaan kayu bakar, dan kondisi musim yang memengaruhi produksi nira. Distribusi lokasi industri menunjukkan bahwa aktivitas penyulingan berkembang menyatu dengan kawasan permukiman dan kebun lontar sehingga membentuk organisasi ruang industri tradisional yang khas sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan. Aktivitas penyulingan sopi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan nilai sosial dan budaya, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta pemanfaatan limbah cair sebagai penyiram tanaman. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan keruangan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara karakteristik wilayah, pemanfaatan sumber daya lokal, dan perkembangan industri tradisional di pedesaan.
Copyrights © 2026