Krisis pendidikan karakter pada abad ke-21 ditandai oleh melemahnya nilai moral, meningkatnya kekerasan simbolik dan verbal, intoleransi, budaya instan, serta degradasi tanggung jawab etis di ruang pendidikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan modern cenderung menekankan capaian kognitif dan teknologis, namun kurang memberi perhatian serius pada pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan karakter dalam perspektif tafsir maqāṣidī dengan menelaah ayat-ayat kunci Al-Qur’an yang memiliki relevansi langsung dengan pembentukan karakter dan etika sosial, yaitu QS. An-Nahl [16]: 90, QS. Al-Ḥujurāt [49]: 13, QS. Al-Baqarah [2]: 256, dan QS. Al-Isrā’ [17]: 36. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan sumber primer berupa Al-Qur’an dan tafsir al-Munīr karya Wahbah az-Zuḥailī, serta kerangka Maqāṣid ‘Āmmah sebagaimana dirumuskan oleh Ibn ‘Āsyūr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai-nilai universal seperti keadilan, kesetaraan, kebebasan yang bertanggung jawab, dan tanggung jawab moral, yang berfungsi sebagai tujuan umum syariat dalam menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, nilai-nilai maqāṣidī tersebut menawarkan paradigma pendidikan karakter yang integratif, humanis, dan kontekstual, sekaligus menjadi kritik terhadap sistem pendidikan yang mengabaikan dimensi etis. Artikel ini menegaskan bahwa pendekatan tafsir maqāṣidī relevan sebagai fondasi normatif dan filosofis dalam merespons krisis pendidikan karakter kontemporer.
Copyrights © 2026