Temuan ini memperkaya diskursus etnomatematika sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model pembelajaran matematika kontekstual berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam kerajinan anyam tradisional masyarakat Desa Walan Tengah, Kecamatan Tutuktolu, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi pendidikan dengan metode kualitatif deskriptif yang menekankan perspektif emik pengrajin sebagai pelaku budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap proses penganyaman, wawancara mendalam dengan enam pengrajin anyam senior, Focus Group Discussion (FGD) dengan pengrajin dan tokoh adat, serta dokumentasi artefak anyaman. Analisis data dilakukan melalui proses kondensasi data, pengkodean tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajinan anyam tradisional memuat konsep-konsep matematika yang terintegrasi, meliputi: (1) konsep geometri dan transformasi geometri (refleksi, translasi, rotasi, dan simetri); (2) sistem pengukuran antropometrik berbasis proporsi tubuh; (3) sistem perhitungan berbasis kelipatan empat, serta (4) algoritma dan pola berulang dalam teknik penganyaman. Temuan ini menegaskan bahwa kerajinan anyam tradisional tidak hanya berfungsi sebagai produk kebudayaan, tetapi juga sebagai medium transmisi pengetahuan matematika berbasis kearifan lokal yang berpotensi sebagai sumber pembelajaran matematika kontekstual.
Copyrights © 2025