Latar belakang: Pelayanan keperawatan merupakan bagian penting dalam sistem Kesehatan. Perilaku caring atau caring behavior yang berperan dalam menciptakan hubungan terapeutik yang mendukung proses penyembuhan dan meningkatkan kenyamanan pasien. Dalam konteks pelayanan bedah, caring menjadi sangat penting karena pasien menghadapi tekanan fisik dan psikologis yang tinggi selama proses perawatan perioperatif. Penerapan caring behavior yang optimal menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.Tujuan: Mengetahui gambaran caring behavior perawat dari penilaian pasien dan perawat di bangsal bedah RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen yang digunakan merupakan instrument tunggal yaitu Caring Behaviors Inventory-24 (CBI-24) untuk mengukur penilaian caring perawat. Data dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan chi-squareHasil: Penilaian caring behavior perawat menurut pasien lebih banyak berada pada kategori sudah baik (52,5%), sedangkan menurut penilaian perawat terhadap dirinya sendiri juga sudah baik (51,5%). Berdasarkan indikator domain, dimensi Respecful memperoleh penilaian tertinggi dari pasien (54,5%), sedangkan pada penilaian perawat dimensi Assurance menepati penilaian tertinggi (58,4%). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara penilaian pasien dan perawat terhadap caring behavior secara keseluruhan (p = 0,035) dan pada keempat indikator domain (assurance (p = 0,408 ; p > 0,05), knowledge and skill (p = 0,191 ; p > 0,05), respectful (p = 0,661 ; p > 0,05), connectedness (p = 0,257 ; p > 0,05).Simpulan: Caring behavior perawat di bangsal bedah RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta secara keseluruhan dan pada setiap indikator domain sudah dalam kategori sudah baik.
Copyrights © 2026