Jurnal Hukum Pidana Indonesia
Vol. 3 No. 2 (2026)

Distorsi Yurisdiksi Peradilan Militer: Risiko Impunitas Aparat dalam Penanganan Tindak Pidana Umum: Distortion Towards Military Jurisdiction and Risks of Impunity in Prosecutions of Ordinary Crime

Indira Gifta (Universitas Bina Nusantara)
Cedric Aurelius Hartanto (Universitas Bina Nusantara)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2026

Abstract

Kasus serangan air keras terhadap Andrie Yunus, penganiayaan terhadap pelajar berinisial MHS, dan korupsi di Basarnas menimbulkan persoalan hukum mengenai efektivitas mekanisme peradilan militer dalam menjamin akuntabilitas aparat negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mekanisme peradilan militer berpotensi mempertahankan impunitas aparat dalam serangan terhadap warga negara. Analisis terhadapĀ  ketiga kasus menunjukkan bahwa Indonessia masih menghadapi permasalahan struktural berupa penyatuan fungsi penyidikan, penuntutan, dan adjudikasi dalam satu lingkungan institusional, keterbatasan partisipasi korban, serta lemahnya pengungkapan rantai komando dan aktor intelektual. Kondisi tersebut menimbulkan risiko impunitas struktural karena proses hukum berpotensi hanya menjangkau pelaku lapangan tanpa mengungkap pertanggungjawaban secara menyeluruh. Selain berdampak terhadap korban individual, keadaan tersebut juga berpotensi menciptakan chilling effect terhadap kebebasan sipil dan ruang demokratis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jhpi

Publisher

Subject

Description

The scope of Jurnal Hukum Pidana Indonesia includes, but is not limited to, principles and theories of criminal law; general and special criminal law; criminal law reform; criminal law policy; criminal procedure law; criminal justice system; sentencing and alternative sanctions; restorative justice; ...