ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya prasejarah dalam ragam motif tenun khas Sangiran melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Sangiran, sebagai situs prasejarah yang terletak di Jawa Tengah, menyimpan kekayaan fosil dan artefak yang mencerminkan dinamika budaya masyarakat sekitarnya. Seni tenun di wilayah ini bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga cerminan identitas dan nilai-nilai masyarakat pembuatnya, dengan pola-pola yang mengandung simbol-simbol yang merepresentasikan pandangan hidup dan hubungan manusia dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data primer berupa wawancara dan observasi dengan informan, serta data sekunder dari buku berjudul “Ragam motif batik dan tenun khas Sangiran” serta artikel yang terkait. Teknik analisis data menggunakan melibatkan tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan ragam tenun khas Sangiran dikategorikan kedalam lima jenis dengan penamaan motif yang berbeda yaitu, fosil fauna dengan 3 nama motif, flora dengan 2 nama motif, arsitektur 2 dengan nama motif, alam 1 dengan nama motif, dan artefak 1 dengan nama motif. Kata kunci: Prasejarah; Representasi ; Motif Tenun; Semiotika; Sangiran .
Copyrights © 2026