Introduction: Penelitian ini menyoroti pentingnya peran CSR dalam pengembangan UKM di Indonesia, yang selama ini masih bersifat filantropis dan kurang strategis. Melalui studi ini, diharapkan dapat dipahami persepsi, kendala, dan peluang integrasi CSR untuk meningkatkan keberlanjutan dan daya saing UKM di era global. Methods: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 7 pemilik UKM yang terdaftar di web Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Sumber data sekunder diperoleh dari website perusahaan multinasional dan literatur terkait. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami persepsi, praktik, serta tantangan implementasi CSR di UKM. Results Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan praktik CSR di kalangan UKM masih terbatas dan sering kali bersifat filantropis, di mana UKM memaknainya CSR hanya sebagai kewajiban moral daripada instrumen strategis. Sebagian besar pemilik UKM tidak menyadari istilah CSR dan menganggap bahwa kegiatan sosial yang mereka lakukan sudah menyerupai praktik CSR. Faktor pendorong utama kegiatan CSR adalah keterlibatan dan dukungan dari komunitas lokal, serta reputasi pribadi pemilik yang merasa bangga dan puas secara moral. Meski demikian, ada ketidaktahuan dan ketidakjelasan mengenai manfaat jangka panjang dan dampak strategis CSR terhadap keberlanjutan usaha. Sebagian besar UKM belum memiliki rencana yang jelas untuk mengintegrasikan CSR dalam strategi bisnis mereka dan belum melaporkan praktik CSR secara formal sesuai standar global. Selain itu, ditemukan tantangan utama berupa minimnya kesadaran, standar terintegrasi, kompetensi, dan tenaga kerja yang cukup untuk koordinasi dan pelaksanaan kegiatan CSR. Pada akhirnya, praktik CSR di UKM lebih bersifat responsif terhadap kebutuhan sosial sesaat daripada bagian integral dari strategi keberlanjutan jangka panjang.
Copyrights © 2026