Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang kontekstual agar mampu meningkatkan pemahaman konsep sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya Alionda terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buton Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang terdiri atas 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Shapiro–Wilk, uji Levene, Welch’s t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (72,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (57,20), dengan tingkat ketuntasan belajar masing-masing sebesar 92% dan 64%. Hasil Welch’s t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (Sig. = 0,002 < 0,05), sedangkan nilai Cohen’s d = 0,97 menunjukkan ukuran efek yang besar. Meskipun nilai N-Gain berada pada kategori rendah, kelas eksperimen memperoleh peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya Alionda efektif meningkatkan pemahaman konsep IPAS sekaligus mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam dan pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2026