Sleeping mask merupakan salah satu produk perawatan kulit yang diaplikasikan pada malam hari dengan penggunaan yang mudah dan praktis. Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan sleeping mask karena mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menilai aktivitas antibakteri ekstrak daun teh hijau terhadap Propionibacterium acnes serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi bahan pembentuk gel, yaitu Carbopol 940, terhadap kualitas fisik sediaan. Ekstrak daun teh hijau diperoleh dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan sleeping mask diformulasikan dalam tiga variasi kadar Carbopol 940 (0,5%; 1%; dan 1,5%) serta satu formula kontrol negatif dengan konsentrasi Carbopol sebesar 1%. Pengujian yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, serta aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menggunakan metode difusi cakram. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan sleeping mask pada berbagai konsentrasi, yang ditunjukkan oleh stabilitas sediaan yang secara umum tidak mengalami perubahan. Pada konsentrasi 5%, ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 59,25 mm. Perbedaan konsentrasi Carbopol berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, seperti viskositas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri dari sleeping mask ditunjukkan melalui diameter zona hambat pada masing-masing formula, yaitu FI sebesar 9,07 mm, FII sebesar 7,30 mm, dan FIII sebesar 6,37 mm.
Copyrights © 2026