Kabupaten Gorontalo Utara memiliki potensi tanaman pangan, namun keterbatasan sarana, SDM, dan teknologi membuat hasilnya belum optimal. Sebagai aktor utama pembangunan pertanian, kinerja penyuluh perlu ditingkatkan melalui strategi yang tepat. Penelitian ini menggunakan SWOT dan QSPM dengan 10 informan kunci untuk mengidentifikasi faktor internal-eksternal dan memprioritaskan strategi. Hasilnya, kekuatan utama ada pada peran BPP, sementara kelemahan terbesar ketidakmerataan pendidikan penyuluh. Strategi ditempatkan pada kuadran agresif dengan prioritas S-O, melalui peningkatan kapasitas berbasis teknologi, optimalisasi BPP, dan sinergi penyuluh–petani, didukung pendidikan, infrastruktur, rekrutmen penyuluh muda, serta digitalisasi, guna membangun sistem penyuluhan profesional, adaptif, berbasis data, dan partisipatif
Copyrights © 2026