Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik melalui kajian literatur dan analisis dokumen kebijakan dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan resmi BGN, pemerintah daerah, media nasional, serta hasil inspeksi lapangan periode September 2025–Mei 2026. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber berdasarkan aspek infrastruktur, sanitasi, keamanan pangan, distribusi, dan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 89 SPPG yang beroperasi di Provinsi Gorontalo, sebanyak 11 unit di Kota Gorontalo masih berstatus suspensi akibat belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta ditemukannya pelanggaran keamanan pangan, seperti makanan berjamur, pengelolaan bahan baku yang tidak memenuhi standar, dan keterbatasan armada distribusi. Sebaliknya, SPPG Hutuo telah memenuhi sebagian besar standar BGN sehingga dapat dijadikan model pengelolaan fasilitas MBG. Program MBG telah menjangkau sekitar 131.679 penerima manfaat dan menyerap sekitar 3.780 tenaga kerja. Disimpulkan bahwa kelayakan fasilitas SPPG di Kota Gorontalo masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek sanitasi, keamanan pangan, kapasitas distribusi, dan pengawasan operasional agar pelaksanaan Program MBG dapat berlangsung secara efektif, aman, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026