Peningkatan pembangunan kawasan permukiman di Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada meningkatnya limpasan permukaan dan menurunnya kemampuan infiltrasi tanah, sehingga sistem drainase eksisting belum mampu mengalirkan debit air hujan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas saluran drainase terhadap debit limpasan serta mengevaluasi alternatif penanganan untuk meningkatkan kinerja sistem drainase kawasan permukiman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis hidrologi dan hidrolika yang didukung pemodelan menggunakan PC Storm Water Management Model (SWMM) 5.2.3. Data curah hujan diperoleh dari Stasiun Hujan Lodoyo, Kanigoro, dan Bendosewu periode 2016–2025 untuk menentukan curah hujan rancangan kala ulang 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan rancangan sebesar 192,00 mm menghasilkan total limpasan permukaan sebesar 20,742 × 10³ m³. Simulasi SWMM mengidentifikasi enam subcatchment dengan debit limpasan melebihi 2,50 m³/detik serta empat saluran drainase yang tidak mampu menampung aliran sehingga mengalami luapan. Upaya penanganan dilakukan melalui perubahan dimensi saluran dengan tinggi 0,5–1,0 m dan lebar 0,5–1,0 m serta penataan ulang elevasi saluran pada Node Sal.7 hingga Node Sal.13.
Copyrights © 2026