Anak migran Indonesia di Malaysia menghadapi berbagai tantangan dalam pembentukan karakter religius akibat keterbatasan akses pembinaan keagamaan, lingkungan multikultural, serta minimnya pendampingan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter religius anak migran melalui pembiasaan membaca Sholawat Uhudiyah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Service Learning yang meliputi tahapan persiapan (preparation), pelayanan (service), refleksi (reflection), dan evaluasi (evaluation). Sasaran kegiatan adalah 150 anak migran Indonesia jenjang sekolah dasar. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta belum mengenal maupun terbiasa membaca Sholawat Uhudiyah. Setelah pelaksanaan program secara rutin, terjadi peningkatan kemampuan peserta dalam membaca dan menghafal sholawat, meningkatnya pemahaman terhadap sejarah dan makna Sholawat Uhudiyah, serta terbentuknya kebiasaan membaca sholawat sebelum kegiatan pembelajaran dan salat berjamaah. Selain itu, partisipasi peserta menjadi lebih aktif dan karakter religius mulai berkembang melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Pendekatan Service Learning terbukti mampu mengintegrasikan proses pembelajaran dengan pelayanan kepada masyarakat sehingga memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual peserta didik. Program ini menunjukkan bahwa pembiasaan Sholawat Uhudiyah dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam membangun karakter religius sekaligus memperkuat identitas keislaman anak migran Indonesia yang hidup di lingkungan multikultural.
Copyrights © 2026