Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penggunaan insektisida sintetis secara berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sehingga diperlukan alternatif pengendalian nyamuk yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Rejosari dalam memanfaatkan tanaman serai sebagai bahan dasar pembuatan spray anti nyamuk alami (BANSER). Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan praktik, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 20 warga Desa Rejosari yang memperoleh edukasi mengenai pencegahan DBD dan praktik pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 96% peserta mampu membuat produk BANSER secara mandiri serta memahami manfaat penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengendalian nyamuk. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pencegahan DBD, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026