Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi pendamping antidiabetes menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan masyarakat karena relatif mudah diperoleh dan memiliki efek samping yang lebih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi tanaman herbal sebagai antidiabetes. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu di Kelurahan Mojoroto, RT 23 RW 4, Kota Kediri, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Februari 2025 menggunakan metode sosialisasi melalui ceramah, diskusi, dan media presentasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi. Pada pretest, kategori pengetahuan baik sebesar 23,33%, cukup 36,67%, dan kurang 40,00%. Setelah kegiatan, kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 50,00%, kategori cukup 40,00%, dan kategori kurang menurun menjadi 10,00%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (p = 0,000). Kegiatan sosialisasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi tanaman herbal sebagai antidiabetes.
Copyrights © 2026