Melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan emping. Namun, proses pengupasan kulit cangkang melinjo yang masih dilakukan secara manual menyebabkan waktu pengolahan menjadi lebih lama, membutuhkan tenaga yang besar, dan membatasi kapasitas produksi masyarakat. Permasalahan tersebut juga dialami oleh masyarakat di Desa Buttu Bartong yang sebagian besar masih menggunakan metode konvensional dalam pengolahan melinjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna berupa alat pengupas kulit cangkang melinjo. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal, sosialisasi, demonstrasi penggunaan alat, praktik langsung, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami prinsip kerja alat, mengoperasikan alat secara mandiri, serta melakukan perawatan sederhana setelah mengikuti pelatihan. Penggunaan alat pengupas kulit cangkang melinjo membantu mempercepat proses pengupasan, mengurangi beban kerja, dan meningkatkan efisiensi proses produksi dibandingkan metode manual. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mendukung usaha pengolahan melinjo. Dengan demikian, penerapan alat pengupas kulit cangkang melinjo berpotensi meningkatkan produktivitas pengolahan melinjo dan mendukung pengembangan usaha masyarakat di Desa Buttu Bartong.
Copyrights © 2026