Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter kepemimpinan anak melalui pembinaan dan pendampingan misdinar di Paroki Santo Ignasius Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter kepemimpinan sejak usia dini, khususnya dalam aspek disiplin, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan kemampuan memimpin dalam kehidupan menggereja. Mitra kegiatan adalah 25 anak misdinar berusia 9–13 tahun yang aktif dalam pelayanan liturgi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan pastoral melalui kegiatan pembinaan tata liturgi, simulasi pelayanan altar, pengembangan karakter kepemimpinan, doa bersama, refleksi iman, serta evaluasi berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket sederhana, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek karakter kepemimpinan peserta. Aspek disiplin meningkat dari 65% menjadi 80%, tanggung jawab dari 56% menjadi 85%, kerja sama dari 50% menjadi 90%, percaya diri dari 55% menjadi 86%, dan kemampuan memimpin dari 45% menjadi 75%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan partisipasi dalam pelayanan liturgi, keberanian berkomunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Kegiatan pembinaan dan pendampingan misdinar terbukti efektif sebagai sarana penguatan karakter kepemimpinan anak melalui pengalaman pelayanan langsung di lingkungan Gereja. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pendidikan karakter dan pembinaan iman anak.
Copyrights © 2026