Mayoritas masyarakat di Desa Insit bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan alat tangkap gombang sebagai salah satu metode penangkapan yang umum digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan komposisi hasil tangkapan alat tangkap gombang yang dioperasikan pada siang dan malam hari di perairan Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Metode yang digunakan berupa survei lapangan dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas penangkapan selama periode penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi jenis spesies, jumlah individu, dan berat total hasil tangkapan dari kedua waktu operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lomek (Harpodon nehereus) merupakan spesies yang paling dominan, dengan tingkat kontribusi yang lebih tinggi pada aktivitas penangkapan malam hari dibandingkan pada siang hari. Analisis statistik menggunakan uji t mengindikasikan bahwa meskipun terdapat perbedaan nilai absolut antara hasil tangkapan siang dan malam, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika penangkapan berbasis waktu operasional dan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, guna meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan setempat.
Copyrights © 2026