Arthur Brown
Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Nelayan terhadap Pelayanan Aktivitas Pendaratan Ikan di Tangkahan Bus di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Cilmarolixs M Tampubolon; Jonny Zain; Arthur Brown
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.120-124

Abstract

Nelayan di pelabuhan ini beragam, dengan alat tangkap seperti purse seine, pukat ikan, lampara dasar, jaring insang dan pancing ulur. Pada tahun 2025, Armada Perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan tercatat sebanyak 467 unit, dengan dominasi alat tangkap purse saine, jaring hela ikan berkantong, pukat teri. Peningkatan jumlah nelayan dan jumlah armada penangkapan menunjukkan permintaan nelayan terhadap tangkahan tempat aktivitas pendaratan ikan dilakukan semakin dibutuhkan. Aktivitas pendaratan ikan di tangkahan menyediakan kebutuhan waktu ikan didaratkan sampai ikan didistribusikan, kondisi dermaga, fasilitas yang tersedia, dan kesiapan petugas dari pihak pelabuhan menjadi peran penting dalam kelancaran aktivitas pendaratan ikan yang dilakukan oleh nelayan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengukur tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan aktivitas pendaratan ikan di tangkahan bus serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghalang ketidakpuasan nelayan terhadap kinerja pelayanan pelabuhan dalam aktivitas pendaratan ikan. Penelitian ini dilakukan di Tangkahan Berjaya Usaha Sakti Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengunakan uji validitas dan reabilitas untuk analisis yang digunakan yaitu analisis Customer Satisfaction Indeks (CSI) dan Importance dan Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga pelayanan yang di ukur untuk masing masing nilai memikili hasil yang berbeda seperti tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas air bersih memiliki nilai CSI sebesar 72,45%, pelayanan dermaga sebesar 68,65% dan pelayanan keranjang sebesar 76,75% ketiga layanan dikategorikan memuaskan karena berada pada rentang skala 0,66-0,80. Pelayanan yang diberikan sudah dalam kategori memuaskan harus tetap  meningkatkan  kinerja  dan pelayanannya, sehingga  nilai  indeks  kepuasan  pelanggan  dapat mendekati 1 atau 100%.
Komposisi Hasil Tangkapan Gombang Siang dan Malam di Perairan Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Indonesia Hafiz Khatami; Arthur Brown; Jonny Zain
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.1.106-111

Abstract

  Mayoritas masyarakat di Desa Insit bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan alat tangkap gombang sebagai salah satu metode penangkapan yang umum digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan komposisi hasil tangkapan alat tangkap gombang yang dioperasikan pada siang dan malam hari di perairan Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Metode yang digunakan berupa survei lapangan dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas penangkapan selama periode penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi jenis spesies, jumlah individu, dan berat total hasil tangkapan dari kedua waktu operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lomek (Harpodon nehereus) merupakan spesies yang paling dominan, dengan tingkat kontribusi yang lebih tinggi pada aktivitas penangkapan malam hari dibandingkan pada siang hari. Analisis statistik menggunakan uji t mengindikasikan bahwa meskipun terdapat perbedaan nilai absolut antara hasil tangkapan siang dan malam, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika penangkapan berbasis waktu operasional dan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, guna meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem perairan setempat.
Studi Perbandingan Efektivitas Warna LED Berbeda Ketika Hauling terhadap Hasil Tangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) pada Bagan Apung di Kepulauan Anambas Muhammad Raihan Arvi; Arthur Brown; Riska Fatmawati
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 14 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.14.2.216-225

Abstract

Bagan apung merupakan alat tangkap dominan di Kepulauan Anambas yang sangat bergantung pada penggunaan cahaya untuk menarik ikan target. Meskipun penggunaan Light Emitting Diode (LED) telah meluas, nelayan masih menghadapi tantangan dalam menentukan warna lampu yang paling efektif pada saat proses hauling untuk mengoptimalkan hasil tangkapan Ikan teri (Stolephorus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas warna LED hijau dan merah terhadap hasil tangkapan ikan teri selama proses hauling. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan dengan mengikuti proses kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap bagan apung. Analisis data menggunakan proporsi hasil tangkapan dan uji t-student untuk membandingkan rata-rata berat dan jumlah individu hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan intensitas LED hijau sebesar 41 x10-2 W/m2, dengan total tangkapan ikan teri sebanyak 11.274 kg, 2,306 individu (36,22%). Sedangkan intensitas LED merah yaitu 22 x10-2 W/m², ikan teri yang dihasilkan sebesar 7.232 kg, 1,480 individu (29,69%). Nilai uji-t LED hijau dan merah terhadap berat dan individu main catch ikan teri yaitu 0.014 ≤ 0.05 (berpengaruh signifikan). Sehingga LED hijau secara signifikan lebih efektif dibandingkan LED merah terhadap ikan teri ketika proses hauling. Perbedaan nyata tersebut dipengaruhi oleh karakteristik spektrum LED hijau yang memiliki intensitas tinggi dan panjang gelombang yang rendah (485-565 nm) sehingga memiliki daya tembus cahaya lebih dalam, dan memberikan respons fototaksis positif yang lebih kuat pada ikan teri. Penggunaan LED hijau direkomendasikan bagi nelayan bagan apung untuk meningkatkan produktivitas penangkapan ketika hauling