PSalah satu faktor rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah penerapan model pembelajaran yang belum melibatkan siswa secara aktif dalam menyelesaikan masalah kontekstual, sehingga model Creative Problem Solving (CPS) dengan pendekatan kontekstual yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan Pendekatan Kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 216 Jakarta menggunakan metode kuasi eksperimen atau eksperimen semu dengan desain penelitian Posttest Only Control Grup Design. Untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa digunakan instrumen berupa empat butir soal uraian pada materi aritmetika sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t didapatkan hasil bahwa nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran CPS dengan pendekatan kontekstual lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode ekspositori. Hasil perhitungan nilai Cohen’s Effect Size ( = 0,509 nilai tersebut menunjukkan bahwa pengaruh model pembelajaran yang diberikan dalam kategori besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CPS dengan pendekatan kontekstual berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Copyrights © 2026