Pertumbuhan jumlah bangunan merupakan salah satu indikator utama pertumbuhan fisik yang terkait dengan perubahan lahan di suatu daerah. Dinamika konversi lahan ini membawa tantangan besar bagi pengelolaan ruang berkelanjutan, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan dua periode data, 2017-2020 dan 2020-2023, untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya perubahan lahan dari kelas non-bangunan menjadi kelas bangunan di Kota dan Kabupaten Bekasi. Regresi logistik biner digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel prediktor dan perubahan lahan yang terjadi. Variabel prediktor yang digunakan meliputi kepadatan penduduk, jarak ke kawasan industri, jarak ke pusat perekonomian, jarak ke jalan, jarak ke gerbang tol, jarak ke stasiun kereta api, dan jarak ke badan air. Permasalahan multikolinearitas yang sering ditemukan dalam model regresi diatasi dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memberikan tingkat akurasi yang memadai berdasarkan hasil uji precision, recall, ROC-AUC, AUPRC, dan Kappa. Analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan bangunan didominasi oleh faktor penahan yang menekan laju perubahan lahan di wilayah studi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan terdapat variabel prediktor yang berubah status dari faktor pendorong menjadi faktor penahan pada periode selanjutnya. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi metode statistik dan spasial untuk dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang dinamika spasio-temporal perubahan lahan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelolaan ruang berkelanjutan dan perumusan kebijakan tata ruang yang efektif.
Copyrights © 2026