Menurut data World Association of Sleep Medicine (WASM) menyatakan bahwa 45% penduduk dunia mengalami gangguan pola tidur dengan beberapa kondisi, meliputi insomnia, Restless Legs Syndrome (RLS), kurang durasi tidur. National Sleep Foundation mencatat bahwa di Amerika terdapat paling sedikitnya 40 juta orang menderita gangguan tidur di dunia dan 69% adalah anak-anak dan remaja. Di Indonesia lebih dari 90% remaja yang dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Sekolah dilaporkan tidur kurang dari 8-10 jam semalam dan dalam studi yang sama, 10% remaja dilaporkan tidur kurang dari 6 jam semalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada remaja di smpn 7 surade Tahun 2026.Metode: Desain penelitian yaitu kuantitatif dengan pendekatan crossectional, dan menggunakan uji spearman rho. Sampel pada penelitian ini adalah remaja berjumlah 35 orang. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner SHI dan PSQI. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa dari 35 responden terdapat 19 (54,3%) responden dengan sleep hygene normal, dari 35 responden terdapat 18 (51.4%) dengan kualitas tidur baik, hasil uji Spearman Rho Test di dapatkan nilai p-value 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat hubungan antara sleep hygene dengan kualitas tidur pada remaja di SMPN 7 Surade Kabupaten Sukabumi tahun 2026. Hasil pada kuisioner responden menunjukkan bahwa kegiatan yang mengganggu kualitas tidur adalah melakukan sesuatu yang membuat terjaga sampai sebelum tidur yaitu berpikir, merencanakan atau mengkawatirkan hal-hal tertentu ditempat tidur. Disarankan masyarakat lebih memperhatikan kualitas tidur, dan juga setelah mengetahui sleep hygiene yang baik masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026