p-Index From 2021 - 2026
1.323
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sukmawati Sukmawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Telur Rebus dalam Penyembuhan Luka Perineum pada Hari Ke 2 Sampai 10 Hari Postpartum di Puskesmas Taman Saritahun 2025 Sukmawati Sukmawati; Refi Rahma Rahayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49933

Abstract

Luka perineum sering dialami ibu postpartum akibat robekan spontan atau episiotomi, yang dapat menimbulkan nyeri dan risiko infeksi jika penyembuhan tidak optimal. Proses penyembuhan berlangsung sejak hari ke-2 hingga hari ke-10 postpartum dan sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi, terutama protein. Telur rebus sebagai sumber protein hewani yang murah, mudah didapat, dan kaya zat gizi berperan penting dalam regenerasi jaringan serta pembentukan kolagen. Untuk Mengetahui Pengaruh Telur Rebus Dalam Penyembuhan Luka Perineum Pada Hari Ke 2 Sampai 10 Hari Postpartum Di Puskesmas Taman Sari Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy eksperimen dengan kelompok intervensi dan kontrol . Variabel independen dalam penelitian ini adalah rebusan telur , variabel dependennya adalah lama penyembuhan luka perineum. Total reponden dalam penelitian ini adalah 30 responden. perbedaan antara kelompok intervensi dan kontrol dari rata – rata terlihat kelompok intervensi rata- rata yang kecil yaitu 6,40 dibandingkan kelompok kontrol 8,07, sehingga selisih waktu penyembuhan luka perineum pada kelompok intervensi dan kontrol di dapat 1,67 yang artinya ± 1-2 hari kelompok intervensi lebih cepat penyembuhan luka perineum dibandingkan dengan kelompok kontrol. Uji statistic di dapatkan nilai P-value = 0,000 yang artinya Adanya Pengaruh Telur Rebus Dalam Penyembuhan Luka Perineum Pada Hari Ke 2 Sampai 10 Hari Postpartum Di Puskesmas Taman Sari Tahun 2025. Menjadi referensi tambahan dalam pembuatan modul pembelajaran atau pedoman klinis yang berkaitan dengan perawatan ibu postpartum dan pemenuhan nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan
Efektivitas Konsumsi Buah Pisang Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) pada Ibu Hamil Dengan Kurang Energi Kronis (Kek) di Pmb Emi Sumiyati Bdn.S.Keb Alang-Alang Lebar Kota Palembang Tahun 2025 Sukmawati Sukmawati; Maryuni Popiyanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49935

Abstract

Keberhasilan dari pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan bayi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan tersebut adalah praktik perawatan payudara pada masa postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan perawatan payudara dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu postpartum di PMB Emi Sumiyati, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 44 orang ibu postpartum yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel serta bivariat dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 responden (68,2%) sudah melakukan perawatan payudara dilakukan dengan baik, sementara keberhasilan pemberian ASI eksklusif tercapai pada 33 responden (75,0%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat keterkaitan antara perawatan payudara dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p = 0,009). Ibu yang melakukan perawatan payudara dengan baik lebih berpeluang menyusui secara eksklusif dibandingkan dengan yang kurang melakukan perawatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik perawatan payudara memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Oleh karena itu, ibu postpartum disarankan untuk konsisten melakukan perawatan payudara, sementara tenaga kesehatan, khususnya bidan, perlu memberikan edukasi dan pendampingan yang intensif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif secara berkelanjutan.
Perbedaan Efektifitas Penggunaan Sitz Bath Dengan Terapi Lampu Infra Red Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Derajai Ii pada Ibu Nifas Hari Ke 4 di Puskesmas Pasirukem Tahun 2025 Sukmawati Sukmawati; Sri Lestari Handayani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49936

Abstract

Luka perineum merupakan morbiditas maternal tersering yang berhubungan dengan persalinan normal. Morbiditas jangka panjang yang berhubungan dengan perbaikan cedera sfingter eksterna yang tidak dikenali atau trauma dapat menyebabkan masalah fisik, psikologis, dan sosial yang serius. Kerusakan perineum dapat berdampak negatif yang besar terhadap kesehatan wanita. Terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan antara lain sitz bath dan inframerah. Tujuan Untuk mengetahui perbedaan efektivitas penggunaan sitz bath dan terapi sinar inframerah dalam penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di Puskesmas Pasirukem tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, desain yang digunakan adalah pendekatan pretest and post test non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas dengan luka perineum di Puskesmas Pasirukem bulan Juni 2025 yang berjumlah 64 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 64 ibu nifas yang berada di Puskesmas Pasirukem tahun 2025 pada bulan Juni, 32 ibu nifas dengan intervensi sitz bath dan 32 ibu nifas dengan intervensi infra merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan nilai p 0,044 < 0,05, hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa ibu nifas yang diberikan sitz bath dan lampu inframerah menyembuhkan luka perineumnya secara berbeda. Sitz bath (nilai rata-rata 1,09) mempercepat penyembuhan luka perineum dibandingkan dengan lampu inframerah (nilai rata-rata 1,84). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan sitz bath dan lampu inframerah dalam penyembuhan luka perineum, penggunaan Sitz Bath lebih efektif untuk penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dibandingkan dengan penggunaan inframerah. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan mandi sitz dan lampu inframerah dalam penyembuhan luka perineum. Penggunaan mandi sitz lebih efektif untuk penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dibandingkan dengan penggunaan inframerah (nilai p 0,044 < 0,05).
Efektivitas Teknik Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Dari Hari Ke 2 Sampai Hari Ke 7 di Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat Sukmawati Sukmawati; Ike Permata Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49943

Abstract

Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan kualitas ASI. Tulang belakang (bagian tulang belakang) dari tulang leher ketujuh hingga tulang rusuk kelima atau keenam dipijat untuk mencapai tujuan ini. Sistem saraf parasimpatis akan berfungsi lebih cepat sebagai hasilnya, yang memungkinkan otak melepaskan oksitosin.Penelitian ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana teknik pijat oksitosin meningkatkan suplai ASI pada ibu menyusui. Pijat oksitosin menargetkan tulang belakang dari tulang rusuk kelima hingga keenam, meningkatkan produksi hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Pijat ini juga meningkatkan produksi hormon oksitosin, yang membantu ibu rileks.Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang bayi, khususnya pada masa nifas. Salah satu permasalahan yang sering dialami ibu nifas adalah ketidaklancaran produksi ASI yang dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang bertujuan untuk merangsang hormon oksitosin sehingga dapat meningkatkan refleks pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. untuk memastikan sejauh mana teknik pijat oksitosin meningkatkan suplai ASI pada ibu menyusui. Mengingat efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan produksi ASI, pendekatan ini dapat digunakan sebagai pengganti untuk membantu ibu menyusui memproduksi lebih banyak ASI.Jenis penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif yang dikenal sebagai eksperimen semu, yang mengukur hubungan antara variabel independen dan dependen dengan memberikan perlakuan atau intervensi pada objek penelitian. Penelitian dilakukan di Puskesmas Muara Tiga Mulak Ulu. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu Postpartum yang menjadi pasien di Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik Quasi Eksperimen sehingga didapat jumlah responden sebanyak 13 orang. Hasil Uji Normalitas Data Kolmogorov- Smirnov dengan hasil Peningkatan ASI melalui pijat oksitosin dengan uji Kolmogorov-Smirnov 0,023 0,05 dinyatakan data diatas normal. Dan Hasil Uji Wilcoxon dengan selisih meannya 1,50 . Pada Uji Wilcoxon Hipotesis diterima apabila nilai rata-rata kuesioner 1 lebih besar dari nilai Kuesioner 2 (0,157) maka Hipotesis (Ha) diterima. Pijat Oksitosin untuk peningkatan produksi ASI dengan metode penelitian normal dan diterima. Dengan demikian,dapat disarankan bahwa ibu post partum diharapkan dapat meningkatkan pemahaman responden terhadap upaya peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dan memberikan informasi akibat kegagalan menyusui.
Efektivitas Komsumsi Buah Pisang Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin (Hb) pada Ibu yang Hamil dengan Kurang Energi Kronis (Kek) di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong Tahun 2025 Sukmawati Sukmawati; Namita Sagala
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49959

Abstract

Anemia yang dialami oleh ibu hamil dapat memperburuk risiko kesehatan bagi ibu dan bayi. Pisang adalah buah yang mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Buah ini kaya akan berbagai nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, vitamin C, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif konsumsi pisang dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis (KEK) di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong pada tahun 2025. Dalam penelitian ini, digunakan desain pra-eksperimen dengan metode satu kelompok pre-test post-test. Kadar hemoglobin ibu hamil yang menderita KEK akan diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) diberi perlakuan berupa konsumsi pisang. Penelitian dilaksanakan di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong pada bulan Mei hingga Juni 2025. Populasi yang diteliti mencakup seluruh ibu hamil dengan KEK yang terdaftar di Rumkital dr. R. Oetojo Sorong pada tahun tersebut, berjumlah 48 orang. Dari jumlah itu, hanya 32 yang memenuhi syarat sebagai sampel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi pisang memberikan efek positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Data statistik membuktikan adanya peningkatan yang signifikan pada kadar Hb setelah mengonsumsi pisang, di mana 28 dari 32 ibu hamil menunjukkan peningkatan, sementara 4 sisanya tidak mengalami perubahan (Hb tetap). Uji Wilcoxon mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah intervensi (Z = -4. 850, p = 0. 000).
Perbandingan Buah Beat dan Kurma Terhadap Kenaikan Haemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di PMB Ulfa Sri Utami Jalan Ujung Harapan Bekasi Utara Sukmawati Sukmawati; Liza Puspita Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49984

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi mencapai 35,5% secara worldwide dan 27,7% di Indonesia. Defisiensi hemoglobin dapat mengakibatkan komplikasi maternal dan fetal yang serius, sehingga diperlukan intervensi alternatif yang aman dan efektif melalui pendekatan nutrisi berbasis pangan alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas konsumsi buah bit (Beta vulgaris) dan kurma (Phoenix dactylifera) terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan. Penelitian quasi-experimental dengan pre-test post-test design melibatkan 74 ibu hamil trimester II-III dengan anemia ringan (Hb 10-10,9 g/dL) di PMB Ulfa Sri Utami, Bekasi Utara. Responden dibagi menjadi dua kelompok: 37 mengonsumsi jus buah bit 250 ml/hari dan 37 mengonsumsi kurma 7 butir/hari selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Kedua intervensi menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan (p<0,05). Kelompok buah bit mengalami peningkatan rata-rata 0,25 g/dL, sedangkan kelompok kurma menunjukkan peningkatan yang lebih substansial sebesar 1,306 g/dL. Uji independent t-test membuktikan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,000) dengan kurma menunjukkan superioritas efektivitas. Kurma terbukti lebih efektif dibandingkan buah bit dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia ringan. Disarankan kepada praktisi kesehatan untuk merekomendasikan konsumsi kurma sebagai terapi komplementer utama, sementara penelitian lanjutan diperlukan untuk evaluasi kombinasi kedua bahan pangan dan sustainabilitas efektivitas jangka panjang.
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Katuk Terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas di Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat Sukmawati Sukmawati; Pira Riza
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50011

Abstract

Latar Belakang: Hipogalaktia atau inadequate milk production merupakan kendala utama keberhasilan pemberian ASI eksklusif yang berdampak terhadap pencapaian target WHO sebesar 50% cakupan global. Daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung kompleks senyawa bioaktif termasuk alkaloid papaverine, polifenol, steroid, dan mikronutrien yang berpotensi sebagai galaktagog alami melalui mekanisme stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Menganalisis efektivitas pemberian air rebusan daun katuk terhadap optimalisasi produksi ASI pada ibu dalam periode postpartum di wilayah kerja Puskesmas Muara Tiga Kabupaten Lahat. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group design melibatkan 88 responden ibu nifas yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi secara random menjadi kelompok eksperimen (n=44) dan kontrol (n=44). Kelompok eksperimen mengonsumsi 200 ml air rebusan daun katuk dengan standardisasi preparasi dua kali sehari selama periode intervensional tujuh hari. Pengukuran variabel dependen meliputi volume ASI perah, frekuensi menyusui, dan antropometri berat badan bayi. Analisis data menggunakan paired t-test untuk evaluasi intra-grup dan independent samples t-test untuk komparasi antar kelompok. Hasil: Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan dari rerata skor baseline 9,98 menjadi 14,77 pada post-intervention assessment (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan minimal dari 9,98 menjadi 10,55 (p=0,062). Analisis independent t-test mengkonfirmasi adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok dengan effect size yang substantial (p<0,001). Kesimpulan: Air rebusan daun katuk terbukti efektif secara statistik dan klinis dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas melalui aktivasi jalur hormonal laktogenik. Temuan empiris ini mendukung implementasi galaktagog herbal dalam protokol manajemen laktasi sebagai strategi evidence-based yang aman, accessible, dan cost-effective.
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau pada Ibu Nifas Terhadap Produksi Asi di Puskesmas Mulak Sebingkai Tahun 2025 Sukmawati Sukmawati; Niken Novita Sari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan tunggal paling sempurna untuk bayi dalam pertumbuhan 6 bulan pertama, tanpa ada tambahan minuman atau makanan apapun. Sari kacang hijau merupakan jenis minuman yang mengandung Laktagogum yaitu zat gizi yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu nifas yang diberikan sari kacang hijau dengan yang tidak diberikan sari kacang hijau di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025.Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan menggunakan desain pre test and post test nonequivalent control group. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan primer yaitu check list observasi produksi ASI. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025 yang berjumlah 30 responden yang diambil secara accidental sampling. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025 mulai tanggal01 Juni – 01 Juli 2015. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Independen Sample T Test. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi ASI ibu nifas yang diberikan sari kacang hijau adalah 9,53. Rata-rata produksi ASI ibu nifas yang tidak diberikan sari kacang hijau adalah 6,93. Perbedaan rata-rata produksi ASI pada kedua kelompok yaitu sebesar 2,60 dengan p value = 0,000 (ρ<0,05) ada perbedaan produksi ASI pada ibu nifas yang diberikan sari kacang hijau dengan yang tidak diberikan sari kacang hijau di Puskesmas Mulak Sebingkai 2025,diharapkan kepada peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan mengambil jenis sayuran atau buah-buahan lain yang dapat mempengaruhi produksi ASI.
Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Rendahnya Cakupan Imunisasi Mr pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) di Wilayah Kerja Puskesmas Jaka Setia Sukmawati Sukmawati; Ida Farida
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50013

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit menular yang efektif, murah, dan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu imunisasi yang menjadi program pemerintah adalah imunisasi Measles Rubella (MR), yang dilaksanakan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Meskipun program ini adalah program Nasional dan telah digencarkan oleh pemerintah, cakupan imunisasi MR masih belum optimal di beberapa daerah. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan program imunisasi adalah tingkat pengetahuan orang tua. Akan tetapi cakupan BIAS MR mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan cakupan imunisasi ini ditakutkan akan diikuti peningkatan kasus suspek MR di tahun berikutnya. Untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan Rendahnya Cakupan Imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah di wilayah kerja Puskesmas Jaka Setia. Penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana pengumpulan variabel dependen dan indenpenden dilakukan hanya satu kali pada saat dan waktu secara bersamaan. Peneliti mencari hubungan antara variabel independen (bebas) yaitu tingkat pengetahuan orang tua, tingkat pendidikan orang tua, dan usia orang tua dengan variabel dependen (terikat) pemberian imunisasi campak rubella pada anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pemberian imunisasi MR pada anak sekolah dengan nilai p = 0,001. Hal ini berarti semakin baik pengetahuan orang tua, maka semakin tinggi pula kemungkinan anak mendapatkan imunisasi MR. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa orang tua dengan pengetahuan baik lebih menerima imunisasi anaknya. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pemberian imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (p = 0,001). Penelitain diharapkan bisa meningkatkan kegiatan edukasi, kerjasama lintas sector dan bahan kajian dalam upaya meningkatkan cakupan Imunisasi MR pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah