Harga diri rendah merupakan gangguan konsep diri yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri, perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa dan berdampak terhadap kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan asuhan keperawatan jiwa yang sistematis dan berorientasi pada service excellent. Tujuan penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada pasien dengan harga diri rendah di Ruang Mawar 2 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien (Nn. E) berusia 49 tahun yang mengalami harga diri rendah akibat riwayat putus obat. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui lima tahap proses keperawatan, yaitu pengkajian, penetapan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan fisik selama empat hari (11–14 Maret 2026). Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis utama harga diri rendah dengan diagnosis pendukung isolasi sosial. Intervensi dilakukan melalui Strategi Pelaksanaan (SP 1–SP 4) yang meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi kemampuan positif pasien, melatih aktivitas harian secara bertahap, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial. Setelah implementasi, pasien menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, dan interaksi sosial, meskipun masalah keperawatan belum sepenuhnya teratasi sehingga memerlukan tindak lanjut oleh perawat ruangan. Kesimpulan penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa secara sistematis dengan pendekatan service excellent efektif meningkatkan kemampuan adaptasi, rasa percaya diri, dan interaksi sosial pasien dengan harga diri rendah serta mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Copyrights © 2026