Rolasnih Lilista Simbolon
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Penentu Minat Wanita Usia Subur (WUS) Dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Di Klinik Pratama Sarfina Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Tahun 2026 Asnita Sinaga; Siska Suci Triana Ginting; Kamelia Sinaga; Rolasnih Lilista Simbolon; Nova Christiana Sianturi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1378

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Rendahnya minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, dan akses pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, dan akses pelayanan kesehatan dengan minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA di Klinik Pratama Sarfina Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Klinik Pratama Sarfina Kecamatan Medan Polonia Kota Medan dengan jumlah sampel sebanyak 92 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan minat melakukan pemeriksaan IVA (p = 0,005), sikap dengan minat melakukan pemeriksaan IVA (p = 0,000), dukungan suami dengan minat melakukan pemeriksaan IVA (p = 0,000), dukungan tenaga kesehatan dengan minat melakukan pemeriksaan IVA (p = 0,000), serta akses pelayanan kesehatan dengan minat melakukan pemeriksaan IVA (p = 0,000). Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan, dan akses pelayanan kesehatan memiliki hubungan yang signifikan dengan minat wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA di Klinik Pratama Sarfina Kecamatan Medan Polonia Kota Medan Tahun 2026.
Therapeutic Communication Phases and Patient Satisfaction in Meeting Basic Care Needs: A Cross-Sectional Study in Inpatient Care Rolasnih Lilista Simbolon; Dina Afriani; Petra Diansari Zega; Dewi Sartika Hutabarat; Herna Rinayanti Manurung; Elisabet Manik; Risna Risna
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2602

Abstract

Therapeutic communication is a core nursing competency that influences patient perceptions of care quality, comfort, safety, and the fulfillment of basic needs during hospitalization. However, evidence remains limited regarding how each phase of therapeutic communication contributes differently to patient satisfaction in inpatient settings. Objective: This study aimed to analyze the relationship between therapeutic communication phases orientation, working, and termination and patient satisfaction in fulfilling basic care needs among inpatients at Mitra Sejati General Hospital, Medan. Methods: A quantitative analytical study with a cross-sectional design was conducted from January to March 2024. The sample consisted of 71 inpatients selected using consecutive sampling. Data were collected through structured questionnaires administered via interviews and analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rho correlation test with a significance level of α = 0.05. Findings: Therapeutic communication was generally rated as good across phases, yet patient satisfaction was predominantly neutral (52.1%). Significant positive correlations were found between the orientation phase and patient satisfaction (rₛ = 0.911; p < 0.001) and between the working phase and patient satisfaction (rₛ = 0.787; p = 0.003), while the termination phase showed no significant relationship (rₛ = −0.134; p = 0.265). Implications: The findings highlight the importance of strengthening trust-building communication at the initial and active stages of care. Hospitals should prioritize communication training and clinical protocols that emphasize admission interactions and continuous engagement to improve patient satisfaction and care quality. Originality/Value: This study demonstrates that therapeutic communication phases contribute unequally to patient satisfaction and identifies the orientation phase as the most dominant relational component in the inpatient context, offering new insights for patient-centered nursing practice in Indonesia.