Warisan budaya pada situs sejarah tidak hanya merepresentasikan jejak masa lalu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan makna budaya yang dimediasi oleh bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran bahasa dalam memaknai budaya di situs sejarah melalui suatu studi pustaka. Data penelitian berupa sumber sekunder yang mencakup buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik terkait warisan budaya, pariwisata, dan kajian bahasa. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam proses interpretasi budaya, baik sebagai media penyampai informasi maupun sebagai sarana pembentukan makna. kualitas interpretasi sangat ditentukan oleh hubungan komunikatif antara sumber pesan, pesan, media, audiens, dan efek. Berbagai strategi linguistik yang teridentifikasi—seperti pemilihan diksi lokal–umum, metafora dan bahasa evaluatif, pola penjelasan bertahap, serta pembingkaian narasi “dulu–sekarang”, efektif mempermudah pemahaman pengunjung, namun berpotensi menimbulkan reduksi makna dan romantisasi budaya. Artikel ini menekankan perlunya penggunaan bahasa yang lebih kritis dan reflektif agar tujuan edukasi, pengalaman wisata, dan pelestarian budaya dapat tercapai dan lebih seimbang.
Copyrights © 2026