Ketahanan struktural dari sebuah bangunan ketika menerima hantaman gempa pada intensitas tertentu menjadi parameter penting untuk mencegah kehancuran fatal. Kasus ini melekat pada Rumah Susun Yayasan Bhakti Bapak Emak yang memerlukan evaluasi ketahanan gempa karena ketiadaan data performa eksisting. Melalui pemanfaatan perangkat lunak SAP2000, peneliti mengaplikasikan Analisis pushover untuk menguji kekuatan konstruksi gedung tersebut. Berdasarkan temuan studi, peningkatan gaya atau base force berbanding lurus dengan besarnya perpindahan atau displacement pada struktur. Kapasitas maksimum beban yang mampu ditahan oleh bangunan tercatat sebesar 488.1352 kN. Evaluasi lanjutan mengacu pada pedoman ATC-40 menempatkan posisi Batas kinerja struktur berada pada kategori IO-LS yang merepresentasikan kondisi kerusakan kecil pada bangunan tidak berarti.
Copyrights © 2026