Hipertensi di usia produktif (15–64 tahun) masih menjadi ancaman serius di Indonesia dengan prevalensi mencapai 34,11% secara nasional, menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia. Kepatuhan minum obat antihipertensi merupakan faktor penentu keberhasilan pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di Puskesmas Kota Agung Kabupaten Lahat Tahun 2026. Desain penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 7.575 pasien dengan sampel 100 responden (purposive sampling, rumus Slovin). Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, efek samping, dan peran petugas kesehatan. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan hanya 32% responden patuh minum obat. Variabel yang bermakna adalah pengetahuan (p=0,00; OR=11,53) dan dukungan keluarga (p=0,04; OR=2,71). Analisis multivariat menetapkan pengetahuan sebagai variabel paling dominan (p=0,00; OR=0,08 [protektif]; Nagelkerke R²=0,26). Puskesmas perlu meningkat.
Copyrights © 2026