Pemilihan dan penerapan warna merupakan aspek penting dalam desain Antarmuka Pengguna (UI), namun tetap menjadi tantangan bagi mahasiswa dengan literasi UI/UX yang terbatas. Pengembangan Kecerdasan Buatan Generatif (GenAI) memungkinkan pembuatan palet warna otomatis, tetapi dapat menyebabkan ketergantungan berlebihan tanpa proses desain reflektif yang memadai. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Design Thinking dalam membantu mahasiswa non-desain untuk secara kritis dan berpusat pada pengguna menerapkan palet warna berbasis GenAI dalam desain UI. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui observasi, analisis artefak desain, dan wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa di Universitas Cipasung. Temuan menunjukkan bahwa GenAI secara efektif berfungsi sebagai stimulus ideasi awal, sementara Design Thinking memainkan peran penting dalam membantu mahasiswa merefleksikan, mengadaptasi, dan memvalidasi penggunaan warna untuk mencapai desain UI yang lebih fungsional dan kontekstual. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan GenAI dengan cara yang berpusat pada manusia dalam pendidikan UI/UX.
Copyrights © 2026