Background: Pendampingan iman anak dan remaja di Baocnana, Oecusse–Timor Leste masih didominasi praktik devosi yang bersifat rutin dan belum terintegrasi dengan pembelajaran iman yang partisipatif dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas anak dan remaja melalui model pendampingan berbasis devosi kepada Bunda Maria yang mengintegrasikan katekese, doa Rosario, dan praktik pembuatan kontas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman. Metode: Kegiatan menggunakan desain Sequential Explanatory Mixed Methods dengan melibatkan 44 peserta. Data kuantitatif dikumpulkan melalui instrumen pretest–posttest sebanyak 15 butir skala Likert dan dianalisis secara deskriptif komparatif serta N-Gain. Data kualitatif diperoleh melalui observasi partisipatif, refleksi iman, wawancara singkat, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis secara tematik. Hasil: Rata-rata skor peserta meningkat dari 51,59 menjadi 68,70 atau naik sebesar 17,11 poin. Analisis N-Gain menunjukkan 63,63% peserta berada pada kategori tinggi, 25,00% kategori sedang, dan 11,36% kategori rendah. Temuan kualitatif memperlihatkan peningkatan pemahaman mengenai doa Rosario, keberanian memimpin doa, partisipasi dalam kegiatan rohani, serta kemampuan menghubungkan pengalaman membuat kontas dengan penghayatan iman dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Integrasi katekese, doa Rosario, dan praktik pembuatan kontas efektif menciptakan pembelajaran spiritual yang partisipatif, reflektif, dan kontekstual. Model pendampingan ini layak dijadikan alternatif pembinaan iman anak dan remaja serta berpotensi direplikasi pada komunitas pastoral di wilayah pedesaan dan perbatasan.
Copyrights © 2026