Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor beberapa penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), zika, chikungunya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat ada tidaknya pengaruh ekstrak daun beberas (Chloranthus officinalis) sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu Universitas Islam Negeri Mataram dengan metode eksperimental. Ekstrak daun beberas diformulasikan dalam bentuk larutan dengan tiga variasi konsentrasi, 10%, 20%, dan 30%, disertai kontrol positif dan kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Dalam setiap ulangan digunakan 5 ekor nyamuk dewasa berumur 2-5 hari, dipuasakan selama 12 jam sebelum dilakukan pengujian. Parameter yang diamati adalah frekuensi hinggap nyamuk pada kain uji dalam jangka waktu 30 menit. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun beberas mampu menurunkan frekuensi hinggap sekaligus meningkatkan daya tolak nyamuk. Total frekuensi hinggap pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut-turut sebesar 59, 37, dan 19, lebih rendah dibandingkan kontrol negatif (128), dengan persentase daya tolak masing-masing 54%, 71%, dan 85%, serta mendekati kontrol positif (98%). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin rendah frekuensi hinggap nyamuk dan semakin tinggi daya tolaknya. Dengan begitu, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan repelan nabati yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: Aedes aegypti, Bioinsektisida, Chloranthus officinalis, Repelan
Copyrights © 2026