Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Deskripsi Hubungan Antara Naturalness Index dan Biodiversity Indexdengan Iklim Mikro pada Kelurahan jatimulyo, Mojolangu, dan Mergosonodi Kota Malang Berbasis Ecological landscape Prastiyo Prastiyo; Mahrus Ismail; Abdul Basith; Munawir Sazali
Biota Vol 9 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.569 KB) | DOI: 10.20414/jb.v9i1.33

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk Kota Malang sejak tahun 2001 semakin meningkat seiring dengan perkembangan perekonomian, pemukiman, pendidikan, dan budaya. Peningkatan laju pembangunan mengakibatkan peningkatan alih fungsi lahan, khususnya area RTH. Selain itu, peranan ecological services terus mengalami gradasi sehingga menyebabkan penurunan kenyamanan warga. Penelitian komparasional ini dilakukan pada tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Jatimulyo, Kelurahan Mojolangu, dan Kelurahan Mergosono. Penentuan titik lokasi penelitian dan titik koordinat dengan memanfaatkan program Google Maps. Berdasarkan pada penghitungan naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas kelurahan dengan nilai kealamian (naturalness) dan kualitas biodiversitas tertinggi adalah Kelurahan Jatimulyo, sedangkan yang terendah adalah Kelurahan Mergosono. Kontribusi naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas terhadap suhu adalah 67% dan 82,86% dengan persamaan regresi y=33,621– 3,6686x dan y=31,138-0,0054x. Kontribusi naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas terhadap kelembaban adalah 42,26% dan 60,66% dengan persamaan regresi y=55,412+7,3164x dan y=60,195 +0,0166x. Perbedaan kontribusi dan persamaan regresi naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas disebabkan karena karakteristik masing-masing indeks. Pada indeks kualitas biodiversitas hanya 4 dari total 29 karakter yang tersedia.
INVESTIGASI PERILAKU OVIPOSISI Aedes aegypti PADA PERBEDAAN WARNA WADAH PENAMPUNGAN AIR DI KOTA MATARAM Munawir Sazali; Syafrina Sari Lubis
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v5i1.2023

Abstract

Dengue fever was an endemic disease that transmission from Aedes sp. bites. The spread epidemic disease of dengue fever in an area was caused highest vector dengue virus population, it’s bolstered by water container as canister oviposition of Aedes aegypti at difference position (indoor and outdoor). Water container has been finding at residence area such as bathtub, well, disposal plastic, crockery, etc. This study aims to investigation oviposition process Ae. aegypti populations at Pagutan Sub-district in Mataram City. The research was explanatory in prevention community trial research. Based on data egg collection was known oviposition behavior of the mosquito, it was attracted to dark color water container at the indoor and outdoor position. The difference of color water container and position were the significant difference (p=0.000<0.05), it was found significant difference dark color of water container at an indoor position with bright and white color water container at an indoor position, and significant difference with dark, bright and white color at an outdoor position. Oviposition behavior of dengue vector viruses was developed as biological control of Aedes sp. based on color of water container.
Pengaruh Ekstrak Daun Beberas (Chloranthus officinalis) sebagai Repelan Nyamuk Aedes aegypti Sukmin Sukmin; Munawir Sazali; Lutvia Krismayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20783

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor beberapa penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), zika, chikungunya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat ada tidaknya pengaruh ekstrak daun beberas (Chloranthus officinalis) sebagai repelan terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu Universitas Islam Negeri Mataram dengan metode eksperimental. Ekstrak daun beberas diformulasikan dalam bentuk larutan dengan tiga variasi konsentrasi, 10%, 20%, dan 30%, disertai kontrol positif dan kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Dalam setiap ulangan digunakan 5 ekor nyamuk dewasa berumur 2-5 hari, dipuasakan selama 12 jam sebelum dilakukan pengujian. Parameter yang diamati adalah frekuensi hinggap nyamuk pada kain uji dalam jangka waktu 30 menit. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun beberas mampu menurunkan frekuensi hinggap sekaligus meningkatkan daya tolak nyamuk. Total frekuensi hinggap pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% berturut-turut sebesar 59, 37, dan 19, lebih rendah dibandingkan kontrol negatif (128), dengan persentase daya tolak masing-masing 54%, 71%, dan 85%, serta mendekati kontrol positif (98%). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin rendah frekuensi hinggap nyamuk dan semakin tinggi daya tolaknya. Dengan begitu, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan repelan nabati yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: Aedes aegypti, Bioinsektisida, Chloranthus officinalis, Repelan