Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, merupakan wilayah permukiman yang berada dekat dengan aktivitas perkotaan dan industri sehingga membutuhkan sistem pemantauan kualitas air yang praktis, cepat, dan mudah digunakan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan alat monitoring kualitas air berbasis mikrokontroler untuk membantu kelompok masyarakat memantau parameter pH, kekeruhan, suhu, dan Total Dissolved Solids (TDS) secara real-time. Sistem dirancang menggunakan ESP32, sensor pH, sensor turbidity, sensor suhu DS18B20, sensor TDS, LCD 16x2, koneksi Wi-Fi, dan dashboard web. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan perangkat, perakitan dan pemrograman, kalibrasi sensor, instalasi pada titik uji, pelatihan pengguna, serta evaluasi pemakaian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat dapat membaca parameter air secara stabil, menampilkan data pada dashboard web, dan memudahkan peserta memahami perubahan kondisi air. Rata-rata hasil pengukuran pada tiga titik uji menunjukkan pH meningkat dari 6,4 menjadi 6,8, kekeruhan menurun dari 11,2 NTU menjadi 7,8 NTU, suhu relatif stabil dari 29,6°C menjadi 29,1°C, dan TDS menurun dari 285 ppm menjadi 240 ppm setelah pendampingan dan tindak lanjut kebersihan sumber air. Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi mikrokontroler dapat menjadi teknologi tepat guna untuk mendukung pemantauan kualitas air berbasis komunitas.
Copyrights © 2025