Latar Belakang: Komunikasi terapeutik berperan penting dalam pelayanan kesehatan, memengaruhi kepuasan pasien dan keberhasilan perawatan. Studi ini meneliti hubungan antara kualitas komunikasi terapeutik tenaga kesehatan dengan kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 96 pasien rawat jalan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai persepsi dan harapan pasien terhadap komunikasi yang diterima. Analisis dilakukan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan model Servqual untuk mengukur kesenjangan kualitas pelayanan. Hasil: Komunikasi terapeutik memiliki hubungan kuat dan signifikan dengan dimensi tangibles (R = 0.808, R² = 65.3%, p<0.001), responsiveness (R = 0.696, R² = 48.4%, p<0.001), assurance (R = 0.720, R² = 51.8%, p<0.001), dan empathy (R = 0.738, R² = 54.4%, p<0.001), serta hubungan sedang dengan reliability (R = 0.631, R² = 39.8%, p<0.001). Analisis MANOVA menunjukkan tahap kerja memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan pasien, terutama pada dimensi Assurance, Reliability, dan Empathy. Kesimpulan: Komunikasi tenaga kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Peningkatan kualitas komunikasi terapeutik dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan.
Copyrights © 2026