Desa Matobe di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalami pergeseran pola konsumsi pangan dari pangan lokal khususnya keladi dan sagu menuju konsumsi beras impor, yang mengancam ketahanan pangan lokal dan kemandirian ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab perubahan pola konsumsi, peran kelembagaan lokal (BUMDes, PKK, Oba’ Simeruk), serta potensi pengembangan pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di Desa Matobe. Permasalahan utama Adalah menurunnya produktivitas keladi akibat kekeringan dan praktik pertanian yang kurang optimal, keterbatasan luas lahan sawah, perubahan preferensi generasi muda terhadap beras impor, serta kendala pemasaran dan pengemasan produk olahan keladi. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya diversifikasi produk keladi yang dikelola oleh kelompok PKK dan dipasarkan melalui Pasar EDEN serta promosi melalui media sosial, namun skala pemasaran masih terbatas. Kesimpulannya, penguatan kearifan lokal, peningkatan budidaya dan infrastruktur udara, serta penguatan kapasitas teknik pemasaran kelembagaan lokal diperlukan untuk merevitalisasi konsumsi pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan Desa Matobe.
Copyrights © 2026