Penelitian ini mengkaji bagaimana wacana #KaburAjaDulu dikonstruksi pada level teks dan konteks sosial dalam video YouTube “Kabur Aja Dulu” karya Pandji Pragiwaksono. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. Van Dijk yang diperkaya Teori Hegemoni Antonio Gramsci dan konsep digital capitalism, penelitian ini menganalisis struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro video tersebut, serta konteks sosial-politik yang melingkupinya. Data primer berupa transkrip verbatim video berdurasi 38 menit, dilengkapi data sekunder berupa komentar penonton dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, wacana dibangun melalui skema tiga tahap, yakni pembingkaian historis, kritik sistemik, dan penetapan tanggung jawab kepada negara dengan didukung pilihan linguistik strategis seperti kata ganti inklusif-konfrontatif dan metafora jalan raya yang berulang. Pada level konteks sosial, wacana ini terbukti menjadi medan kontestasi nyata, dibuktikan oleh data migrasi empiris, bantahan langsung dari pejabat publik, dan resonansi kuat di kalangan penonton. Melalui kerangka Gramsci, video ini bekerja sebagai praktik kontra-hegemoni digital dengan Pandji berposisi sebagai intelektual organik. Namun, pertumbuhan subscriber dan performa konten pasca-unggahan menunjukkan bahwa posisi kritisnya sekaligus tertanam dalam logika digital capitalism, di mana keuntungan ekonomi dan wacana kritis bukan dua hal yang saling meniadakan, melainkan terjalin secara struktural bagi kreator konten digital.
Copyrights © 2026