Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada pengrajin batik dan tas anyaman di desa Talunombo, kecamatan Sapuran, kabupaten Wonosobo. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi masih terbatasnya pemahaman tentang manajemen usaha berbasis nilai-nilai Islam, penggunaan bahan produksi yang kurang ramah lingkungan, serta belum optimalnya pengelolaan limbah dan keberlanjutan usaha. Kegiatan ini bertujuan memperkuat manajemen usaha syariah melalui penerapan nilai-nilai Islam yang meliputi kejujuran, amanah, prinsip halalan á¹ayyiban, kepedulian terhadap lingkungan, dan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain partisipatif melalui tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, dan eval_uasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta eval_uasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil eval_uasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test peserta meningkat dari 52,50 menjadi 75,94 pada post-test, dengan rata-rata gain score sebesar 0,45 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya pemahaman peserta terhadap manajemen usaha berbasis nilai-nilai Islam serta mendorong perubahan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan pewarna alami pada batik, pemanfaatan sisa bahan anyaman menjadi produk bernilai tambah, serta penguatan legalitas usaha melalui kolaborasi dengan UNSIQ Halal Center. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan manajemen usaha berbasis nilai-nilai Islam mampu mendorong pengembangan usaha mikro yang lebih beretika, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan dan monitoring secara berkala untuk memastikan implementasi manajemen usaha syariah tetap berjalan secara konsisten serta meningkatkan daya saing usaha mitra.
Copyrights © 2026