Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora
Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024

Penguatan Harmoni Sosial melalui Pendidikan Pra Nikah Berbasis Moderasi Beragama

Ali Azis Usman Harahap (Universitas Islam Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
28 Mar 2024

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisa kebijakan kursus pra nikah berbasis moderasi beragama sebagai upaya menangkal radikalisme. Hal ini didasarkan bahwa keluarga menjadi lembaga terkecil dari sebuah negara, sehingga sangat penting untuk menanamkan sikap moderat. Kementerian Agama sebagai ujung tombak dalam kebijakan ini memiliki tujuan tersendiri dalam merealisasikan kebijakan ini. Salah satu tujuanya adalah bagaimana sebenarnya mencegah mafsadat sejak dini. Konsep mencegah mafsadat ini dalam kajian ushul fiqh dan fiqih (hukum Islam) dikenal dengan metode sadd al-żarī'ah. Kajian ini berbasis data primer dari peraturan-peraturan tentang pelaksanaan kursus pra nikah. Sementara data sekunder diambil dari penelitian-penelitian yang terkait dengan tema kajian ini. Metode konten analisis digunakan untuk menarik kesimpulan. Temuan dalam kajian ini menunjukkan bahwa kursus pra nikah berbasis moderasi beragama sebagai upaya menangkal sikap radikalisme adalah model kursus yang memberikan pembekalan bagi calon pasangan suami istri untuk bersikap moderat. Sementara itu dalam perspektif sadd al-żarī'ah, kursus pra nikah berbasis moderasi beragama merupakan langkah untuk mencegah terjadinya mafsadat. This study aims to analyze the policy of religious moderation-based premarital courses as an effort to counter radicalism. This is based on the fact that the family is the smallest institution in a state, so it is crucial to instill a moderate attitude. The Ministry of Religious Affairs, as the spearhead of this policy, has its own objectives in realizing this policy. One of these objectives is how to actually prevent malice from an early age. The concept of preventing malice in the study of ushul fiqh and fiqh (Islamic law) is known as the sadd al-żarī'ah method. This study is a literature review based on primary data from regulations regarding the implementation of premarital courses. Meanwhile, secondary data is taken from research related to this study's theme. The content analysis method is used to draw conclusions. The findings in this study indicate that religious moderation-based premarital courses as an effort to counter radicalism are a course model that provides provisions for prospective married couples to adopt moderate attitudes. Meanwhile, from the perspective of sadd al-żarī'ah, religious moderation-based premarital courses are a step to prevent malice.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

stigma

Publisher

Subject

Description

Stigma Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora adalah jurnal akses terbuka multidisiplin berskala nasional yang menggabungkan kajian Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan yang ketat dan cepat untuk memenuhi standar kualitas jurnal. Artikel ...