Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh ukuran perusahaan, inventory intensity, dan pertumbuhan penjualan terhadap tax avoidance. Populasinya mencakup perusahaan subsektor food and beverage pada sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan (annual report) BEI periode 2020–2024. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan 145 observasi. Hipotesis diuji melalui regresi data panel menggunakan E-Views 12. Hasil uji F menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, inventory intensity, dan pertumbuhan penjualan berpengaruh secara simultan terhadap tax avoidance, sementara uji t menunjukkan hanya inventory intensity yang signifikan, sedangkan ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance.
Copyrights © 2026