Kematangan emosi merupakan aspek krusial dalam perkembangan psikologis remaja yang berkaitan erat dengan kualitas relasi interpersonal dan penyesuaian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kelekatan orang tua dan kematangan emosi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Seluruh populasi siswa kelas VII yang berjumlah 300 orang ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua skala psikologi berbasis Likert empat poin: Skala Kelekatan Orang Tua (25 item valid; α = .761) yang disusun berdasarkan dimensi komunikasi, kepercayaan, dan alienasi; serta Skala Kematangan Emosi (24 item valid; α = .748) yang mengacu pada dimensi penerimaan diri, kontrol emosi, berpikir objektif, tanggung jawab, dan ketahanan terhadap frustrasi. Asumsi normalitas terpenuhi (p = .200) dan hubungan antarvariabel bersifat linear (p = .694). Analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kelekatan orang tua dan kematangan emosi (r = .268, p < .001), dengan kekuatan hubungan dalam kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas kelekatan orang tua merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang berasosiasi dengan perkembangan kematangan emosi remaja awal, di samping faktor lingkungan sekolah, teman sebaya, dan karakteristik individual.
Copyrights © 2026