Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) menjadi strategi utama dalam meningkatkan mutu dan aksesibilitas layanan kesehatan dasar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi kader kesehatan dalam penyelenggaraan ILP di Puskesmas Tempel II. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader di di wilayah Puskesmas Tempel II sangat berperan secara aktif dalam penyelenggaraan integrasi layanan Kesehatan Primer berperan dalam promosi kesehatan, deteksi dini, rujukan kasus, serta pencatatan dan pelaporan.Partisipasi kader dipengaruhi oleh faktor pelatihan, dukungan institusi, insentif, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Hambatan yang dihadapi antara lain beban kerja yang tinggi dan kurangnya pengakuan. Penguatan kapasitas kader melalui peletihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang memadai menjadi kunci dalam meningkatkan cakupan dan efektifitas program integrasi layanan Kesehatan primer
Copyrights © 2026