Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah cara Generasi Z memahami, mengekspresikan, dan menghidupi imannya. Tulisan ini membahas bagaimana teologi kontekstual dapat menjadi kerangka yang relevan untuk menjawab pergumulan iman Generasi Z di era digital di Tarutung. Digitalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi gereja, generasi Z cenderung mencari makna iman melalui pengalaman pribadi, keaslian, dan relasi yang nyata, bukan semata melalui ajaran dogmatis yang kaku. Oleh sebab itu, teologi perlu ditafsirkan ulang secara kontekstual agar komunikasi iman dapat menjawab persoalan eksistensial di tengah budaya digital. Teologi kontekstual tidak hanya menjadi jembatan antara tradisi dan teknologi, tetapi juga mengundang pembaruan pendekatan pastoral yang menekankan partisipasi, dialog, dan perwujudan iman di ruang digital..
Copyrights © 2026