Tujuan melakukan riset ini untuk menganalisis evaluasi pemberian cairan antiseptik alami berbahan dasar ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kejadian mastitis subklinis sapi Peranakan FH (Friesian Holstein). Penelitian ini menggunakan materi adalah sapi PFH laktasi 3-5 bulan sebanyak 12 ekor,dalam masa periode laktasi 1, yang terindikasi terjangkit penyakit mastitis subklinis. Metode yang dikenakan pada riset ini adalah eksperimental dengan RAL Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah teat dipping P0 : Povidene iodin 1%, P1 ; larutan antiseptik daun kelor subtitusi 15%, P2 : larutan antiseptik daun kelorsubtitusi 30%, P3 : larutan antiseptik daun kelor subtitusi 45%. Analisa data menggunakan uji Analysis of Variance ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat pengaruh pada variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teat dipping daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, rataan nilai pH P0 = 6,73 ; P1 = 6,74 ; P2 = 6,77 ; P3 = 6,78. Nilai tersebut masih berada pada kisaran pH susu sapi segar normal, sehingga menginterpretasikan bahwa penggunaan antiseptik larutan antiseptik daun kelor tidak merubah kualitas kimia susu. Sedangkan hasil pemberian teat dipping larutan antiseptik daun kelor berpengaruh nyata (P0,05) on pH values; the mean pH values were P0 = 6.73, P1 = 6.74, P2 = 6.77, and P3 = 6.78. These pH values remained within the normal range for fresh ,ilk, indicating that use the natural antiseptec moringa oleifera did not alter the chemical quality of the milk. However, the teat dipping treatments had a significant effect (P
Copyrights © 2026