Kesejahteraan psikologis anak dan remaja merupakan isu krusial dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia. Syukur (gratitude) dalam perspektif psikologi Islam dipandang sebagai konstruk multidimensional yang mencakup penghayatan hati (qalb), ekspresi lisan (lisan), dan manifestasi perbuatan (jawarih) yang berpotensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis. Namun, kajian integratif yang memadukan pendekatan Bayani dengan literatur empiris masih terbatas. Kajian ini bertujuan menganalisis peran syukur dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis anak dan remaja berdasarkan perspektif psikologi Islam dengan landasan epistemologi Bayani. Kajian menggunakan pendekatan narrative literature review dengan paradigma epistemologi Bayani. Penelusuran literatur dilakukan melalui lima database akademik: Google Scholar, Scopus, DOAJ, SINTA, dan Consensus. Sebelas artikel yang memenuhi kriteria inklusi (rentang tahun 2015-2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, fokus pada syukur dan kesejahteraan psikologis anak/remaja) disintesis. Delapan dari sebelas studi menemukan hubungan positif dan signifikan antara syukur dan kesejahteraan psikologis remaja (r = 0,462-0,752). Tiga dimensi syukur Islam (qalbiyah, lisaniyah, jawarihiyah) berkorespondensi kuat dengan dimensi penerimaan diri, tujuan hidup, dan hubungan positif dalam model kesejahteraan psikologis oleh Ryff. Integrasi nilai syukur dalam kurikulum pendidikan Islam, program konseling berbasis spiritual, dan pola pengasuhan Islami berpotensi signifikan meningkatkan kesejahteraan psikologis generasi Muslim.
Copyrights © 2026