Penerapan teknologi digital pada UMKM kuliner di kawasan pendidikan merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis proses adopsi sistem Point of Sale (POS) berbasis digital serta penerapan metode pengendalian persediaan First in First Out (FIFO) pada usaha kuliner skala mikro yang berlokasi di kawasan Seturan Raya, Sleman, Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, mencakup tahapan asesmen kebutuhan, edukasi dan pelatihan intensif, serta pendampingan operasional berkelanjutan. Pengukuran dampak dilakukan secara kuantitatif melalui perbandingan indikator kinerja operasional sebelum dan sesudah intervensi. Temuan kegiatan memperlihatkan bahwa integrasi sistem POS digital berhasil menghapus ketidakakuratan pencatatan transaksi, sementara standardisasi FIFO mampu menekan persentase pemborosan bahan baku dari 12% menjadi 4% dari total pengadaan per bulan. Di samping itu, kecepatan pelayanan meningkat signifikan dengan durasi transaksi yang berkurang dari kisaran 5–7 menit menjadi 2–3 menit per pelanggan, dan tingkat pemahaman staf terhadap teknologi digital tercatat mencapai 85% pasca-pelatihan.
Copyrights © 2026