Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding yang dilakukan oleh Institut Keislaman Tuah Negeri (IKTN) dalam membangun brand awareness sebagai kampus daerah di tengah persaingan perguruan tinggi yang kompetitif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pimpinan, tim humas, dosen, serta mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa berdasarkan empat perspektif teoritis: Brand Awareness, Positioning Theory, Integrated Marketing Communication (IMC), dan Corporate Branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding IKTN diwujudkan melalui penguatan identitas berbasis nilai keislaman, penetapan positioning sebagai kampus daerah yang terjangkau, pemanfaatan media digital (khususnya Instagram), dan penguatan citra lewat kegiatan akademik serta pengabdian masyarakat. Saat ini, kesadaran merek IKTN berada pada tingkat brand recognition dan brand recall, namun belum mencapai top of mind. Faktor pendukung utama meliputi identitas keislaman yang jelas dan pemanfaatan media sosial yang aktif, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan anggaran, kurangnya eksposur media nasional, dan keterbatasan SDM digital marketing. Penelitian ini merekomendasikan penguatan diferensiasi spesifik dan integrasi saluran komunikasi untuk meningkatkan ekuitas merek secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024