Bencana banjir yang berulang di Desa Suka Damai, Kabupaten Serdang Bedagai, berdampak pada penurunan produksi pertanian, ekonomi rumah tangga, serta kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemulihan pascabencana melalui pemberdayaan agribisnis dan kewirausahaan berbasis adaptasi iklim. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI), budidaya ikan dalam ember (budikdamber), urban farming, serta pelatihan ecoprint. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 petani anggota Gapoktan Mekar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata dari 58,6 menjadi 78,9 (34,6%), yang menandakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usahatani adaptif. Selain itu, budikdamber dan urban farming mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sedangkan ecoprint membuka peluang usaha baru berbasis ramah lingkungan bagi kelompok PKK. Pendekatan terpadu ini terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan demikian, program ini dapat menjadi model pemulihan pascabencana berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah rawan bencana.
Copyrights © 2026