Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum serat ilalang kering pada beton mutu K-150 melalui pendekatan analisis eksperimental dan pemodelan regresi. Variasi kadar serat yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, dan 10% dari berat semen dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 15 × 15 × 15 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, dengan fokus analisis pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar serat ilalang menyebabkan penurunan kuat tekan beton secara non-linear. Model regresi polinomial menunjukkan hubungan yang kuat antara kadar serat dan kuat tekan beton dengan nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi. Kuat tekan maksimum diperoleh pada variasi 0% sebesar 14,22 MPa, sedangkan pada kadar 2,5% diperoleh kuat tekan sebesar 13,33 MPa dengan penurunan relatif kecil sebesar 6,26%. Penurunan signifikan terjadi pada kadar 5% dan 10%. Berdasarkan analisis teknis dan fungsional, kadar optimum serat ilalang ditentukan sebesar 2,5% karena memberikan keseimbangan antara kinerja mekanis dan pemanfaatan material ramah lingkungan. Penelitian ini menunjukkan bahwa serat ilalang berpotensi digunakan sebagai bahan tambah beton dalam jumlah terbatas
Copyrights © 2026